Belajar sepeda
suatu hari ketika saya masih kecil ada
latihan untuk perlombaan volly, guru saya menyuruh saya untuk pergi ke tempat
latian volly , jarak tempat latian dengan rumah saya lumayan jauh kira kira
4km. Tentu saja saya yang mau kesana harus pakek kendaraan, ya paling tidak
bersepeda,tetapi pada saat itu saya tidak tahu memakai sepeda akhirnya saya
mengajak teman saya untuk pergi ke tempat latian itu. Sebelum berangkat teman
saya menyuruh saya agar saya yang memakai sepedanya, karna saya tidak tahu naik
sepeda dengan sepontan saya menolaknya, dan saya beralasan saya yang akan memakai
sepedanya tapi nanti waktu pulang dari tempat latian tersebut.
Akhirnya pun teman saya
mendengarkan apa kata saya,dalam perjalanan saya sambil memikirkan gimana pulangnya,
saya sambil mencari alasan agar pulangnya tidak ikut teman saya itu.saya pun
berlatih volly tanpa memikirkan itu,setelah latian selesai teman saya pun
mengajak pulang saya, otosmatis saya gerogi dan menyuruh pulang sebentar lagi saja,
setelah beberapa saat kemudian ada teman saya yang kebetulan rumahnya dekat
dengan rumah saya yang memakai sepeda motor saya pun langsung ikut dengannya
dan saya bilang keteman saya yang memakai sepeda itu suruh pulang duluan saja
dan juaga saya meminta maaf kepadanya.
Setelah kejadian ada
kejadian lagi dimana saya mengikuti lomba juga di ajak sama teman saya, waktu
berangkat teman saya tidak menyuruhku untuk gantian yang nyetir tetapi di
tengah perjalanan tiba tiba teman saya berhenti dan menyuruhku untuk nyetir ,
saya pun langsung menolaknya tapi teman saya tetap memaksa saya, akhirnya saya
di turunin di tengah perjalanan tersebut. Marah bukan main saya tapi saya sadar
bahwa itu salah saya. Karna pada saat itu masih kecil saya pun nangis di tengah
perjalanan sampai pulang.
Dari kejadian tersebut
saya berniat belajar sepeda,saya pun
langsung memperbaiki sepeda yang rusak yang ada di rumah saya. Setelah selesai
di benerin,keesokan harinya saya di
temani ibu saya belajar sepeda di halaman rumah saya, ibu menyuruh saya untuk
naik sepedanya terlebih dahulu dan dia yang akan mendorongnya saya pun langsung
menaiki sepeda tersebut dengan dibantu ibu saya, setelah saya menaiki sepeda
tersebut ibu mendorong sepeda dari belakang dengan pelan pelan. Dan saya
belajar seperti selama kira kira 1 jam.
Setelah ibu yakin saya bisa,
ibu mendorong sepedanya lebih cepat dari
sebelumnya, ibu pun langsung mendorong sekuat tenaganya dan melepaskannya .
saya yang nyetirpun langsung jatuh, ibu saya bukan nolongin malah menertawakan
saya, kemudian saya berdiri lagi dan ibu saya mendorong seperti itu lagi .
setelah beberapa saya terjatuh akhirnya saya bisa belajar sendiri tanpa di
pegangin ibu saya. Kebetulan pada saat itu ada teman saya yang lagi lewat di
depan rumah saya dam teman saya itu tertawa melihat saya belajar sepeda
tersebut. Sempat mali sih tapi semangat saya pada saat itu lebih tinggi dr pada
rasa malu saya dan saya kembali melanjutkan belajar sepedanya. Waktu pun
berlalu akhiranya saya bisa menaiki sepeada karna ketekunan itu dengan baik ya
meskipin kaki luka semua, heeheehee
Itulah pengalaman pribadiku

Comments (0)
Posting Komentar